Rektorat Imron Yang Didik Mahasiswa, Rektorat Sugeng Yang Terima Dana Pemkab, Bagaimana itu?

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Polemik penyaluran beasiswa untuk mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) semakin menarik untuk disimak. Pasalnya, selain sudah mulai mencuatnya mahasiswa yang dibiayai Pemkab BU yang menempuh pendidikan di Unras menjadi korban, penyalurannya pun patut dipertanyakan?. Lantaran, penyaluran dana bantuan beasiswa dari Pemkab BU ke Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSAM) yang diketuai oleh Syafrianto Daud, menjadi janggal, terlebih lagi justru penyaluran beasiswa untuk mahasiswa ini dikelola oleh Rektorat, dimana Rektornya Sugeng Suharto yang sepanjang tahun 2017 tidak pernah memberikan pendidikan kepada mahasiswa. Padahal, pemotongan beasiswa untuk keperluan Spp dua semester tahun 2017, dilakukan oleh YRSAM dengan Rektornya Sugeng Suharto.

Sementara fakta yang ada, seperti diketahui yang diakui oleh sejumlah mahasiswa dan Ketua BEM Unras Yhoki Ramadhan, sebanyak ratusan mahasiswa justru mendapatkan pendidikan dari rektorat Unras, yang dipimpin oleh Dr. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si selaku Rektor. Ironis sekali hal ini dapat terjadi, lebih parahnya lagi saat mediasi antara mahasiswa vs YRSAM dan Rektorat Sugeng Suharto yang difasilitasi oleh Pemkab BU. Sugeng Suharto (Rektor Versi YRSAM,red) justru secara gamblangnya mengucapkan dihadapan mahasiswa bahwa pihaknya selaku Rektorat telah membagikan penyaluran bantuan dana beasiswa dari Pemkab BU tersebut, dari Rp. 640 Juta digunakan untuk kebutuhan membayar gaji para dosen yang mengajar mahasiswa tahun 2017, dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp 300 Juta. Sang Rektor pun berani mempertanggungjawabkan keuangan yang telah digunakannya tersebut, untuk keperluan pendidikan mahasiswa, yang siap dibawa kejalur hukum jika ada yang keberatan.

” Sekitar Rp 300 juta, telah kami gunakan untuk membayar gaji para dosen yang mengajar mahasiswa tahun 2017. Daftar nama dosen yang menerima gaji itu ada sama bendahara Yayasan (YRSAM,red). Mengenai rencana mahasiswa menempuh jalur hukum, bagi kita tidak masalah dan kita siap untuk menghadapinya,” kutipan ucapan Sugeng saat mediasi beberapa waktu lalu.

Saat ini yang menjadi pertanyaan, seperti apa Rektorat Sugeng Suharto dengan YRSAM selaku penerima dana beasiswa untuk mahasiswa ini?. Sementara mahasiswa justru mendapatkan pendidikan dari rektorat Imron Rosyadi dimana yayasan yang menaunginya, yang telah diakui oleh Kemendikti melalui surat keputusan Kemeristekdikti dengan nomor 3284 / C.CS / KL / 2017 dengan perihal Penegasan Badan Penyelenggara Unras, yakni Yayasan Ratu Samban (YRS). Menanggapi hal ini Yhoki mewakili rekan mahasiswa lainnya, ketika dikonfirmasi bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Ia pun membenarkan, bahwa ia dan rekan-rekan lain sebagai penerima beasiswa Unras, justru mendapatkan pendidikan di Unras oleh Rektorat Imron Rosyadi, bukan Rektorat Sugeng Suharto.

” Nah itu bang kami bingung, bener juga kami selama ini terlebih lagi tahun 2017, dimana Spp kami dianggap menunggak oleh Rektorat Imron Rosyadi, mendapatkan pendidikan dari dosen dibawah naungan Imron Rosyadi. Lalu, seperti apa yang mengelola dana beasiswa justru dilakukan oleh pak Sugeng Suharto yang mengaku masih sebagai Rektor Unras tersebut. Padahal, dia sendiri (Sugeng,red), jangankan memberikan pendidikan kepada kami, datang ke Unras saja tidak pernah terlihat jika ia sebagai Rektor,” ujarnya.

Mentela’ah hal ini, ia dan rekan-rekan mahasiswa juga sudah membulatkan tekad, akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Agar semua dapat jelas, dan pendidikan dirinya dan rekan-rekan tidak terkatung-katung seperti ini, yang terancam di Droup Out (DO) oleh pihak Unras, lantaran dianggap belum membayar uang Spp.

” Kami sudah bulat akan membawa masalah ini ke jalur hukum, selain berkoordinasi, tidak menutup kemungkinan kami pun akan mengadukan nasib pendidikan kami ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Provinsi serta Gubernur Bengkulu, agar dapat membantu menyelesaikan masalah keuangan untuk pendidikan kami belajar di Unras,” tandasnya.

 

Laporan : Effendi

Related posts

Leave a Comment